"Setiap yang Bernyawa Akan Merasakan Mati, tetapi Tidak Semua Orang Siap Menghadapinya."
Oleh : Basa Alim Tualeka (Aalim)
Pendahuluan
Portal Suara Academia: Kehidupan adalah anugerah terbesar yang Allah SWT berikan kepada manusia. Tidak ada seorang pun yang mampu menciptakan kehidupan, sebagaimana tidak ada seorang pun yang mampu menolak kematian ketika waktunya telah tiba. Sejak manusia dilahirkan hingga kembali kepada Sang Pencipta, seluruh perjalanan hidup berada dalam ketetapan Allah SWT.
Al-Qur'an menegaskan:
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-Ankabut: 57)
Ayat ini mengingatkan bahwa kehidupan bukanlah milik manusia, melainkan amanah dari Allah. Demikian pula kematian bukan akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal di akhirat. Karena itu, tugas utama manusia bukan menentukan kapan hidup dan kapan mati, melainkan menjalani kehidupan sesuai petunjuk Allah SWT dengan melaksanakan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
1. Kehidupan adalah Amanah dari Allah SWT
Allah menciptakan manusia bukan tanpa tujuan. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya.
Allah berfirman:
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ibadah tidak hanya berarti shalat, puasa, zakat, dan haji, tetapi mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan dengan niat mencari ridha Allah. Bekerja, menuntut ilmu, berdagang dengan jujur, mendidik anak, hingga membantu sesama termasuk bentuk ibadah apabila dilakukan sesuai syariat.
2. Kematian adalah Kepastian yang Tidak Dapat Ditolak
Tidak ada manusia yang mengetahui kapan kematian datang.
Allah SWT berfirman:
> "Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34)
Harta, jabatan, kekuasaan, maupun kecerdasan tidak mampu menunda kematian walau sesaat.
Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan agar manusia memperbanyak mengingat kematian sebagai bekal memperbaiki amal.
3. Dunia Adalah Tempat Ujian
Allah menjelaskan bahwa hidup dan mati diciptakan untuk menguji manusia.
> "Dialah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya." (QS. Al-Mulk: 2)
Yang dinilai Allah bukan siapa yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa, tetapi siapa yang paling baik amalnya.
4. Manusia Hanya Menjalani Takdir Allah
Manusia tidak dapat menentukan kelahirannya.
Tidak dapat memilih orang tuanya.
Tidak dapat menentukan kapan meninggal.
Namun manusia diberi kebebasan memilih jalan hidup, apakah menaati Allah atau mengingkari-Nya.
Allah telah memberikan akal, hati, wahyu, dan para nabi sebagai petunjuk menuju jalan yang benar.
5. Menjalankan Seluruh Perintah Allah
Seorang Muslim diwajibkan melaksanakan seluruh perintah Allah sesuai kemampuannya.
Di antaranya:
1. Bertauhid kepada Allah.
2. Menegakkan shalat.
3. Membayar zakat.
4. Berpuasa Ramadhan.
5. Menunaikan haji bagi yang mampu.
6. Berbakti kepada orang tua.
7. Menjaga silaturahmi.
8. Berlaku jujur.
9. Menepati janji.
10. Berlaku adil.
11. Menolong sesama.
12. Menuntut ilmu.
13. Berdakwah dengan hikmah.
14. Bersabar.
15. Bersyukur.
Semua perintah tersebut bertujuan membentuk manusia yang bertakwa.
6. Menjauhi Seluruh Larangan Allah
Selain menjalankan perintah, manusia juga wajib meninggalkan segala larangan Allah.
Larangan tersebut antara lain:
Syirik.
Riya.
Dusta.
Fitnah.
Korupsi.
Mencuri.
Zina.
Riba.
Minuman keras.
Judi.
Membunuh tanpa hak.
Mengambil hak orang lain.
Ghibah.
Hasad.
Sombong.
Mengkhianati amanah.
Larangan-larangan tersebut bukan untuk membatasi manusia, melainkan menjaga kemaslahatan individu dan masyarakat.
7. Amal Saleh Menjadi Bekal Terbaik
Ketika manusia meninggal dunia, semua yang dimiliki akan ditinggalkan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa manusia diikuti oleh tiga hal: keluarga, harta, dan amal. Dua akan kembali, sedangkan amal akan tetap menyertainya.
Inilah sebabnya amal saleh menjadi investasi paling berharga.
8. Jangan Terlena oleh Dunia
Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Harta, jabatan, popularitas, bahkan kekuasaan tidak akan dibawa ke alam kubur.
Yang dibawa hanyalah amal.
Karena itu dunia harus dijadikan ladang untuk menanam kebaikan, bukan tujuan akhir kehidupan.
9. Tobat Selalu Terbuka
Allah Maha Pengampun.
Selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat, pintu tobat masih terbuka.
Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni apabila disertai penyesalan yang tulus, meninggalkan maksiat, dan bertekad tidak mengulanginya.
10. Mempersiapkan Kematian Setiap Hari
Persiapan menghadapi kematian bukan hanya ketika usia tua.
Setiap hari seorang Muslim hendaknya:
Memperbaiki shalat.
Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
Berdzikir.
Bersedekah.
Memohon ampun kepada Allah.
Berbuat baik kepada sesama.
Menjaga akhlak.
Menunaikan amanah.
Memperbanyak doa.
Dengan demikian, kapan pun kematian datang, seorang mukmin telah berusaha mempersiapkan bekal terbaik.
Visi Kehidupan Seorang Mukmin
"Menjadikan seluruh perjalanan hidup sebagai ibadah kepada Allah SWT, sehingga setiap langkah mendekatkan diri kepada ridha-Nya dan mempersiapkan kebahagiaan abadi di akhirat."
Misi Kehidupan
- Menguatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
- Menjalankan seluruh perintah Allah dengan ikhlas.
- Meninggalkan seluruh larangan Allah dengan penuh kesadaran.
- Menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup.
- Memperbanyak amal saleh dan akhlak mulia.
- Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
- Mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Penutup
Kehidupan dan kematian sepenuhnya berada dalam kekuasaan Allah SWT. Tidak seorang pun mampu mempercepat ataupun menunda ajal yang telah ditetapkan-Nya. Oleh karena itu, manusia tidak perlu menyombongkan diri ketika diberi kenikmatan, dan tidak perlu berputus asa ketika menghadapi ujian. Yang menjadi kewajiban setiap insan adalah mengisi kehidupan dengan iman, amal saleh, serta ketaatan kepada Allah.
Seorang Muslim yang memahami hakikat hidup akan menyadari bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara. Jabatan, kekayaan, dan kemasyhuran akan sirna, sedangkan amal saleh akan menjadi teman setia di alam kubur dan penolong pada Hari Kiamat. Maka, marilah kita menjadikan setiap detik kehidupan sebagai kesempatan untuk semakin mendekat kepada Allah SWT, menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, sehingga ketika ajal tiba, kita dapat kembali kepada-Nya dengan hati yang tenang, membawa bekal takwa, dan berharap memperoleh rahmat serta surga-Nya. Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang husnul khatimah. Aamiin.
Portal Suara Academia hadir sebagai platform akademis berkualitas dengan artikel ilmiah, diskusi panel, dan ulasan buku oleh Profesional dan Akademisi terkemuka, dengan standar tinggi dan etika yang ketat.