Jumat, 06 Februari 2026

Di Usia 16 Tahun, Gerindra Mengantarkan Prabowo sebagai Presiden RI ke-8

Tahun 2026, Dirgahayu ke-18 Partai Gerindra: Kompak, Bergerak, dan Berdampak untuk Menjaga Marwah, Mempertahankan Kemenangan, dan Menuju Kemandirian Partai

Oleh: Basa Alim Tualeka (Obasa)

Anggota Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jawa Timur


1. Pendahuluan: Gerindra dan Jalan Panjang Perjuangan

Portal Suara Academia: Partai Gerindra merupakan salah satu kekuatan politik nasional yang lahir dari kegelisahan terhadap arah pembangunan bangsa pasca-reformasi. Gerindra tidak dibangun sebagai partai instan, melainkan sebagai partai kader dan partai perjuangan yang mengusung nilai nasionalisme, kedaulatan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Dalam perjalanan 16 tahun, Gerindra menghadapi berbagai ujian politik, mulai dari kekalahan elektoral hingga tekanan opini publik. Namun semua itu justru menempa Gerindra menjadi partai yang matang dan tangguh.

Puncak dari perjalanan tersebut tercatat dalam sejarah: Gerindra sukses mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8. Ini adalah bukti bahwa kerja politik yang konsisten, sabar, dan terorganisasi akan menemukan momentumnya.


2. Pandangan Prabowo Subianto: Politik sebagai Alat Pengabdian

Prabowo Subianto sejak awal menegaskan bahwa politik bukan tujuan, melainkan alat pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam berbagai pidato dan sikap politiknya, Prabowo selalu menekankan pentingnya kedaulatan nasional, khususnya di sektor pangan, energi, dan pertahanan.

Bagi Prabowo, negara tidak boleh lemah di hadapan kepentingan global maupun oligarki. Pandangan inilah yang menjadi fondasi ideologis Gerindra dan membedakannya dari partai-partai yang cenderung pragmatis.


3. Gerindra Bukan Partai Instan

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, berulang kali menegaskan bahwa kekuatan utama Gerindra terletak pada kesabaran organisasi dan militansi kader. Gerindra dibangun melalui proses panjang, bukan lewat jalan pintas kekuasaan.

Kekalahan dalam beberapa pemilu justru menjadi sarana pembelajaran politik yang berharga. Dari situlah lahir soliditas struktur, kedisiplinan kader, dan kepercayaan publik yang tumbuh secara bertahap.


4. Usia 18 Tahun: Simbol Kedewasaan Politik

Tahun 2026 menjadi tonggak penting karena Gerindra memasuki usia 18 tahun, usia yang melambangkan kedewasaan dan tanggung jawab. Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad sering mengingatkan bahwa kemenangan adalah ujian paling berat bagi sebuah partai.

Dalam fase ini, Gerindra dituntut tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga matang secara etika dan kebijakan. Kekuasaan harus dikelola dengan kehati-hatian agar tidak menjauhkan partai dari rakyat.


5. Menjaga Marwah Partai

Marwah partai adalah kehormatan politik yang harus dijaga secara kolektif. Marwah tidak dijaga dengan slogan, melainkan dengan integritas kader, transparansi kebijakan, dan keteladanan pimpinan.

Tokoh Gerindra Hashim Djojohadikusumo kerap menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional sebagai syarat menjaga martabat bangsa. Prinsip ini selaras dengan misi Gerindra untuk berdiri tegak di atas kepentingan nasional, bukan tunduk pada tekanan modal asing.


6. Kompak sebagai DNA Gerindra

Salah satu ciri khas Gerindra adalah kekompakan internal. Konflik internal relatif minim karena adanya garis komando yang jelas dan kepemimpinan yang tegas. Kekompakan ini menjadi modal strategis dalam menghadapi dinamika politik nasional yang keras dan penuh kompromi.

Pakar politik menilai, soliditas internal Gerindra merupakan aset langka di tengah banyaknya partai yang terjebak konflik elite.


7. Bergerak: Politik Kerja Nyata

Gerindra dikenal sebagai partai yang aktif bergerak, tidak hanya menjelang pemilu. Kader-kader Gerindra di pusat dan daerah terlibat dalam pendampingan petani, nelayan, UMKM, serta advokasi kebijakan publik.

Gerak politik ini menegaskan bahwa Gerindra berusaha membumikan politik sebagai kerja nyata, bukan sekadar wacana elite.


8. Berdampak: Ukuran Keberhasilan Politik

Keberhasilan politik tidak diukur dari jumlah kursi semata, tetapi dari dampak nyata kebijakan terhadap kehidupan rakyat. Pemerintahan Prabowo akan menjadi cermin utama bagi Gerindra.

Stabilitas harga pangan, pembukaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan petani dan buruh, serta penguatan ekonomi nasional menjadi indikator keberhasilan yang sesungguhnya.


9. Program Strategis Partai Gerindra

Memasuki usia dewasa, Gerindra perlu memperkuat program strategis jangka menengah dan panjang, antara lain:

1. Penguatan Kaderisasi Ideologis

Pendidikan politik berbasis Pancasila, UUD 1945, dan nasionalisme.

2. Kemandirian Ekonomi Partai

Sistem pendanaan yang sah, transparan, dan berkelanjutan.

3. Penguatan Basis Rakyat

Fokus pada petani, nelayan, buruh, dan UMKM.

4. Modernisasi dan Digitalisasi Partai

Sistem data kader dan pemilih yang terintegrasi.

5. Regenerasi Kepemimpinan Nasional dan Daerah

Menyiapkan kader muda yang berintegritas dan kompeten.


10. Pandangan Pakar Politik

Pakar politik menilai bahwa keberhasilan Gerindra terletak pada konsistensi ideologi dan kepemimpinan yang kuat. Namun mereka juga mengingatkan bahwa partai pemenang harus mampu mengelola kekuasaan tanpa kehilangan idealisme.

Menurut para akademisi, tantangan terbesar Gerindra ke depan adalah menjaga jarak yang sehat antara kekuasaan dan kepentingan ekonomi, serta tetap responsif terhadap aspirasi publik.


11. Mempertahankan Kemenangan

Mempertahankan kemenangan jauh lebih sulit daripada merebutnya. Gerindra harus menghindari arogansi kekuasaan dan memperkuat mekanisme kontrol internal.

Kedekatan dengan rakyat, keterbukaan terhadap kritik, dan keberanian melakukan koreksi menjadi kunci mempertahankan kepercayaan publik.


12. Menuju Kemandirian Partai Gerindra

Kemandirian partai adalah tujuan strategis jangka panjang. Mandiri dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Mandiri dari tekanan oligarki dan kepentingan sempit.

Dengan kemandirian politik, organisasi, dan finansial, Gerindra akan mampu menjaga marwah dan relevansinya dalam jangka panjang.


13. Penutup

Dirgahayu ke-18 Partai Gerindra. Perjalanan panjang selama 16 tahun yang mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI ke-8 harus menjadi fondasi untuk melangkah lebih matang dan bertanggung jawab.

Dengan semangat kompak, bergerak, dan berdampak, mari kita menjaga marwah partai, mempertahankan kemenangan, dan menuju kemandirian Partai Gerindra demi Indonesia Raya yang berdaulat, adil, dan makmur. (Obasa)



Portal Suara Academia hadir sebagai platform akademis berkualitas dengan artikel ilmiah, diskusi panel, dan ulasan buku oleh Profesional dan Akademisi terkemuka, dengan standar tinggi dan etika yang ketat.

Baca Juga :

Translate

Cari Blog Ini