Kajian akademis untuk Mendorong Pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD serta Layanan publik
Oleh: Basa Alim Tualeka (obasa), Ahli Kebijakan Publik
Pendahuluan
Portal Suara Academia: Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah instrumen strategis pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memberikan layanan publik. Salah satu BUMD tertua di Indonesia Timur adalah PT Panca Karya, didirikan pada tahun 1963 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Maluku Nomor 2 Tahun 2020.
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku memiliki tantangan besar dalam konektivitas, distribusi logistik, dan pemanfaatan sumber daya alam. Oleh karena itu, revitalisasi PT Panca Karya penting untuk menjawab persoalan keterisolasian, kemiskinan, dan ketertinggalan ekonomi di wilayah ini.
Kerangka Teori
1. Teori BUMD dan Pembangunan Daerah
Menurut UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, BUMD berfungsi sebagai agen pembangunan (development agent) sekaligus profit oriented entity.
Teori Developmental State (Johnson, 1982) menyebutkan bahwa perusahaan publik dapat menjadi instrumen negara untuk mengintervensi pasar demi percepatan pembangunan.
2. Teori Modal dan Pertumbuhan Ekonomi
- Modal fisik (aset, armada, infrastruktur).
- Modal finansial (penyertaan modal daerah, investasi swasta).
- Modal sosial (hubungan dengan masyarakat, LSM, asosiasi).
- Modal institusional (regulasi, dukungan pemerintah).
3. Teori Pasar dan Strategi Kompetitif
Michael Porter (1985): strategi bersaing dapat ditempuh melalui cost leadership, differentiation, dan focus strategy.
Bagi PT Panca Karya, keunggulan dapat dibangun melalui diferensiasi (layanan transportasi kepulauan, produk perikanan dan pertanian khas Maluku).
Analisis Modal
Modal Keuangan: bersumber dari APBD Maluku, laba usaha, serta potensi investasi.
Modal Aset: kapal motor penyeberangan (KMP Bahtera Nusantara 02), lahan usaha, jaringan perdagangan.
Modal SDM: manajemen dan tenaga kerja yang perlu ditingkatkan kualitasnya.
Modal Sosial: kepercayaan masyarakat Maluku terhadap Panca Karya sebagai “ikon ekonomi daerah”.
Model Bisnis
PT Panca Karya dapat mengembangkan model bisnis kepulauan integratif, yang meliputi:
- Transportasi & Logistik sebagai tulang punggung konektivitas.
- Hilirisasi Perikanan & Pertanian dengan orientasi ekspor.
- Pariwisata Bahari berbasis budaya dan ekologi.
- Energi Terbarukan (solar, angin, laut) untuk ketahanan energi lokal.
- Kemitraan UMKM & Koperasi agar pembangunan bersifat inklusif.
Bidang Usaha Strategis
- Transportasi Laut → mengurangi biaya logistik, membuka keterisolasian.
- Perikanan → membangun cold storage, industri fillet, ekspor tuna.
- Pertanian & Perkebunan → hilirisasi pala, cengkih, kelapa, sagu.
- Pariwisata → pengembangan wisata Banda, Kei, Seram, dan pulau kecil.
- Energi & Pertambangan → prioritas pada energi baru terbarukan.
- Jasa & Perdagangan → sebagai penunjang mobilitas dan perdagangan antar pulau.
Pasar
Lokal: pemenuhan kebutuhan dasar warga Maluku.
Nasional: distribusi hasil laut dan pertanian ke Jakarta, Surabaya, Makassar.
Internasional: ekspor komoditas unggulan (ikan tuna, pala, minyak atsiri, kopra) dan pariwisata bahari.
Strategi Kebangkitan
1. Reformasi Tata Kelola
Profesionalisasi manajemen, penerapan good corporate governance.
Transparansi dan akuntabilitas, bebas dari KKN.
2. Penguatan Modal & Investasi
Optimalisasi penyertaan modal daerah.
Menarik investasi swasta dan membuka skema kerjasama PPP.
3. Hilirisasi & Nilai Tambah
Meningkatkan industri pengolahan (ikan, kelapa, pala).
Mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
4. Digitalisasi & Inovasi
Aplikasi digital untuk manajemen kapal, logistik, dan pemasaran produk.
Branding pariwisata Maluku di platform digital.
5. Kolaborasi Multipihak
Kerja sama dengan BUMN (Pelni, Pertamina, InJourney).
Kolaborasi dengan koperasi, UMKM, asosiasi pengusaha lokal.
Kesimpulan
PT Panca Karya memiliki modal sejarah, aset, dan legitimasi hukum sebagai BUMD Provinsi Maluku. Kebangkitan perusahaan ini hanya dapat tercapai melalui reformasi tata kelola, hilirisasi sektor strategis, serta inovasi berbasis digital.
Sebagai BUMD kepulauan, PT Panca Karya harus mengambil posisi sebagai motor ekonomi daerah, bukan sekadar penyedia jasa, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan berbasis sumber daya lokal.
Rekomendasi
- Pemerintah Provinsi Maluku perlu memberikan penyertaan modal yang memadai serta memastikan pengawasan ketat terhadap manajemen.
- PT Panca Karya harus mengembangkan roadmap bisnis jangka panjang dengan fokus pada transportasi laut, perikanan, pertanian, dan pariwisata.
- Penerapan prinsip good corporate governance harus menjadi syarat utama agar tidak terjebak dalam masalah klasik BUMD (korupsi, salah urus, dan politik praktis).
- Perlu dibuat Kemitraan Inklusif dengan UMKM, nelayan, petani, agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat Maluku.
- PT Panca Karya dapat diarahkan menjadi ikon kebangkitan ekonomi kepulauan Indonesia Timur, sehingga Maluku tidak hanya sebagai penyedia bahan mentah, tetapi sebagai pusat pengolahan, perdagangan, dan pariwisata kelas dunia. (Alim Academia)
Portal Suara Academia hadir sebagai platform akademis berkualitas dengan artikel ilmiah, diskusi panel, dan ulasan buku oleh Profesional dan Akademisi terkemuka, dengan standar tinggi dan etika yang ketat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar