Senin, 17 Agustus 2026

TETAP SEMANGAT: ORANG LAIN BISA, KITA PASTI BISA

Berpikir, Berbuat, Bertindak, Berusaha, Berdoa, dan Bertawakal

Oleh: Basa Alim Tualeka (Aalim)


A. Semangat adalah Kekuatan untuk Memulai

Portal Suara Academia: Hidup adalah perjalanan. Dalam perjalanan itu ada keberhasilan dan kegagalan, ada kebahagiaan dan kesedihan, ada kemudahan dan kesulitan. Karena itu, manusia tidak boleh kehilangan semangat hanya karena menghadapi satu kegagalan atau beberapa persoalan.

Setiap hari adalah kesempatan baru. Ketika mata terbuka pada pagi hari, sesungguhnya Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki kehidupan.

Maka, mari kita awali hari dengan sebuah keyakinan:

Bismillah, semoga hari ini lebih baik daripada kemarin.

Kalimat tersebut bukan sekadar ucapan, tetapi harus menjadi tekad. Hari ini harus diisi dengan pikiran yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik, sikap yang lebih baik, ibadah yang lebih baik, dan hubungan yang lebih baik dengan sesama manusia.


B. Orang Lain Bisa, Kita Pasti Bisa

Sering kali kita melihat keberhasilan orang lain dan bertanya, “Mengapa dia bisa, sedangkan saya belum bisa?”

Pertanyaan itu sebenarnya dapat diarahkan menjadi energi positif.

Kalau orang lain bisa, kita juga bisa belajar untuk bisa.

Orang lain dapat berpikir, kita juga diberikan akal untuk berpikir. Orang lain dapat belajar, kita juga dapat belajar. Orang lain dapat bekerja keras, kita juga dapat bekerja keras. Orang lain dapat membangun usaha, organisasi, karier, dan prestasi, kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang sama sesuai kemampuan dan jalan hidup kita.

Tentu setiap manusia mempunyai kondisi yang berbeda. Kita tidak harus menjadi seperti orang lain. Yang harus kita lakukan adalah menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.

Keberhasilan orang lain bukan ancaman bagi kita. Keberhasilan mereka seharusnya menjadi bukti bahwa kerja keras, ilmu, keberanian, ketekunan, dan doa dapat menghasilkan perubahan.


C. Manusia Diberi Akal untuk Berpikir

Manusia memiliki kelebihan berupa akal dan kemampuan berpikir. Karena itu, kehidupan harus dimulai dari pikiran yang sehat, positif, kritis, kreatif, dan konstruktif.

Berpikir adalah awal dari tindakan.

Sebelum seseorang membangun rumah, ia berpikir dan membuat rancangan. Sebelum seseorang menjalankan usaha, ia menyusun rencana. Sebelum seseorang mencapai cita-cita, ia harus membayangkan tujuan dan menentukan jalan untuk mencapainya.

Namun berpikir saja tidak cukup.

Pikiran harus melahirkan rencana, rencana harus melahirkan tindakan, dan tindakan harus dilakukan secara konsisten.

Orang yang hanya berpikir tetapi tidak bertindak akan berhenti pada angan-angan. Sebaliknya, orang yang bertindak tanpa berpikir dapat mengambil keputusan secara gegabah.

Karena itu, berpikirlah dengan baik sebelum bertindak, dan bertindaklah setelah memiliki pertimbangan yang matang.


D. Berbuat adalah Bukti dari Pikiran

Kebaikan tidak cukup hanya dipikirkan. Kebaikan harus diwujudkan.

Kita boleh mempunyai keinginan membantu orang lain, tetapi bantuan itu baru memiliki makna ketika benar-benar dilakukan. Kita boleh ingin menjadi orang sukses, tetapi kesuksesan membutuhkan usaha. Kita boleh ingin menjadi orang berilmu, tetapi ilmu harus dicari melalui proses belajar.

Dalam kehidupan, berlaku prinsip sederhana:

Pikirkan yang baik, katakan yang baik, kerjakan yang baik, dan pertahankan kebaikan itu.

Jangan takut memulai dari hal kecil. Banyak keberhasilan besar dimulai dari langkah yang sederhana.

Satu halaman yang dibaca setiap hari dapat menambah ilmu. Satu langkah setiap hari dapat membawa kita semakin dekat kepada tujuan. Satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi awal dari kebaikan-kebaikan berikutnya.


E. Bertindak dan Jangan Takut Gagal

Kegagalan adalah bagian dari perjalanan kehidupan.

Tidak ada manusia yang selalu berhasil dalam setiap usaha. Bahkan orang-orang yang hari ini terlihat sukses pernah mengalami kegagalan, penolakan, kesalahan, dan masa-masa sulit.

Karena itu, jangan menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti.

Kegagalan harus menjadi bahan evaluasi.

Jika strategi pertama gagal, perbaiki strategi. Jika cara pertama tidak berhasil, cari cara lain. Jika kita belum memiliki kemampuan, belajar. Jika belum memiliki pengalaman, cari pengalaman.

Yang berbahaya bukan kegagalan, tetapi berhenti berusaha karena takut gagal.

Orang yang tidak pernah mencoba memang mungkin tidak pernah gagal. Tetapi ia juga tidak akan mengetahui sejauh mana kemampuan dirinya.


F. Allah Mengajarkan Perubahan

Al-Qur'an memberikan prinsip penting tentang perubahan kehidupan:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra'd: 11)

Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan usaha manusia. Kita tidak boleh hanya menunggu keadaan berubah tanpa melakukan sesuatu.

Kalau ingin kehidupan lebih baik, kita harus memperbaiki diri.

Kalau ingin pekerjaan lebih baik, kita harus meningkatkan kemampuan.

Kalau ingin pendidikan lebih baik, kita harus meningkatkan kualitas belajar.

Kalau ingin organisasi lebih baik, kita harus memperbaiki tata kelola.

Kalau ingin masyarakat lebih baik, kita harus ikut mengambil bagian dalam perubahan.

Dengan demikian, doa dan ikhtiar harus berjalan bersama.


G. Kebaikan di Atas Kebaikan

Kita berharap bukan hanya mendapatkan satu kebaikan, tetapi kebaikan di atas kebaikan.

Semoga setelah kesulitan datang kemudahan. Setelah kemudahan datang keberkahan. Setelah keberhasilan datang manfaat. Setelah mendapatkan manfaat, kita mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

Kebaikan yang paling indah adalah kebaikan yang melahirkan kebaikan berikutnya.

Kita berhasil bukan hanya untuk diri sendiri. Kita mendapatkan ilmu agar dapat dibagikan. Kita mendapatkan rezeki agar dapat memberi manfaat. Kita mendapatkan jabatan agar dapat menjalankan amanah. Kita mendapatkan kekuasaan agar dapat melayani, bukan semata-mata dilayani.

Kehidupan menjadi bermakna ketika keberadaan kita memberikan manfaat kepada orang lain.


H. Bismillah, Hari Ini Lebih Baik dari Kemarin

Mari kita menjadikan kalimat ini sebagai prinsip kehidupan:

“Bismillah, semoga hari ini lebih baik dari kemarin.”

Jika kemarin kita kurang disiplin, hari ini kita perbaiki.

Jika kemarin kita terlalu banyak mengeluh, hari ini kita lebih banyak bersyukur.

Jika kemarin kita melakukan kesalahan, hari ini kita belajar.

Jika kemarin kita gagal, hari ini kita bangkit.

Jika kemarin kita belum berhasil, hari ini kita mencoba lagi.

Tidak perlu menunggu tahun depan untuk berubah. Tidak perlu menunggu keadaan sempurna. Perubahan dapat dimulai sekarang, dari diri sendiri.


I. Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Allah SWT memberikan penguatan yang sangat indah dalam QS. Al-Insyirah ayat 5–6:

“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.”

Ayat tersebut bahkan diulang dua kali. Pesannya jelas: manusia tidak boleh kehilangan harapan ketika menghadapi kesulitan.

Kesulitan bukan seluruh cerita kehidupan. Di balik kesulitan terdapat peluang untuk belajar, tumbuh, menjadi lebih kuat, dan menemukan jalan keluar.

Karena itu, ketika hidup sedang sulit, jangan berkata:

“Saya tidak bisa.”

Ubahlah menjadi:

“Saya akan mencari jalan agar bisa.”

Ketika menghadapi masalah, jangan hanya bertanya:

“Mengapa ini terjadi kepada saya?”

Tetapi bertanyalah:

“Apa yang dapat saya pelajari dan apa yang dapat saya lakukan?”

Perubahan cara berpikir dapat melahirkan perubahan tindakan.


J. Berusaha dan Berdoa

Dalam kehidupan seorang muslim, usaha dan doa tidak boleh dipisahkan.

Kita harus bekerja keras seolah-olah keberhasilan bergantung pada usaha kita, tetapi juga berdoa dan bertawakal karena hasil akhir berada dalam ketentuan Allah.

Berdoa tanpa usaha dapat membuat seseorang terjebak dalam penantian. Sebaliknya, usaha tanpa doa dapat membuat manusia lupa bahwa dirinya memiliki keterbatasan.

Maka:

Berusaha dengan sungguh-sungguh.

Berdoa dengan penuh keyakinan.

Bertawakal dengan penuh keikhlasan.

Surah Al-Insyirah juga memberikan pesan agar setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, manusia terus bersungguh-sungguh dalam pekerjaan kebajikan berikutnya dan hanya kepada Allah berharap.

Artinya, keberhasilan satu pekerjaan bukan alasan untuk berhenti. Setelah satu kebaikan selesai, lanjutkan dengan kebaikan lainnya.


K. Jangan Berhenti Berdoa

Ada kalanya doa kita belum mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan. Jangan langsung menganggap doa itu sia-sia.

Manusia hanya mengetahui apa yang diinginkannya, sedangkan Allah mengetahui apa yang terbaik baginya.

Karena itu, tetaplah berdoa.

Berdoalah untuk keluarga. Berdoalah untuk pekerjaan. Berdoalah untuk pendidikan. Berdoalah untuk kesehatan, keselamatan, keberkahan rezeki, kedamaian, dan masa depan.

Namun jangan lupa: doa harus disertai kesungguhan untuk melakukan apa yang menjadi bagian tanggung jawab kita.

Doa membuka harapan, usaha membuka jalan, dan tawakal memberikan ketenangan hati.


L. Kita Pasti Bisa

“Kita pasti bisa” bukan berarti semua keinginan akan tercapai dengan mudah dan segera. Maknanya adalah kita tidak menyerah sebelum berusaha dengan sungguh-sungguh.

Kita pasti bisa belajar.

Kita pasti bisa berubah.

Kita pasti bisa memperbaiki kesalahan.

Kita pasti bisa bangkit.

Kita pasti bisa berbuat baik.

Kita pasti bisa menjadi lebih bermanfaat.

Dan dengan pertolongan Allah, kita dapat mencapai sesuatu yang hari ini mungkin masih terlihat jauh.

Yang penting adalah jangan berhenti bergerak.

Sedikit demi sedikit.

Hari demi hari.

Langkah demi langkah.

Doa demi doa.

Kebaikan demi kebaikan.


M. Penutup: Tetap Semangat dan Jangan Menyerah

Pada akhirnya, kehidupan adalah perjuangan. Tidak semua jalan akan mudah. Tidak semua keinginan langsung menjadi kenyataan. Tidak semua usaha menghasilkan sesuai harapan.

Tetapi selama kita masih memiliki kesempatan, jangan menyerah.

Orang lain bisa, kita pasti bisa.

Orang lain berpikir, kita juga bisa berpikir.

Orang lain berbuat, kita juga bisa berbuat.

Orang lain bertindak, kita juga bisa bertindak.

Orang lain berusaha, kita juga bisa berusaha.

Orang lain berdoa, kita juga harus berdoa.

Mari kita mulai hari ini dengan Bismillah.

Semoga hari ini lebih baik daripada kemarin. Semoga esok lebih baik daripada hari ini. Semoga setiap usaha menjadi jalan menuju keberhasilan. Semoga setiap kesulitan diberikan kemudahan. Semoga setiap doa mendapatkan jawaban terbaik. Semoga rezeki kita berkah, ilmu kita bermanfaat, langkah kita dimudahkan, dan kehidupan kita dipenuhi kebaikan.

Semoga ada kebaikan di atas kebaikan.

Ya Allah, kuatkan hati kami ketika menghadapi kesulitan. Berikan kami kemampuan untuk berpikir dengan baik, berbuat dengan benar, dan bertindak dengan bijaksana. Berikan kami kekuatan untuk terus berusaha dan keteguhan untuk terus berdoa. Jika jalan kami belum terbuka, tunjukkan jalan yang terbaik. Jika usaha kami belum berhasil, berikan kesabaran untuk memperbaikinya. Jika doa kami belum terkabul, berikan kami keteguhan untuk tetap percaya kepada-Mu.

Bismillah. Kita berusaha dan kita berdoa. Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita, memberikan yang terbaik bagi kita, keluarga kita, masyarakat, bangsa, dan negara.

Tetap semangat. Jangan menyerah. Terus berpikir, terus berbuat, terus bertindak, terus berusaha, dan terus berdoa.

Orang lain bisa, kita pasti bisa.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Oleh: Basa Alim Tualeka (Aalim)



Portal Suara Academia hadir sebagai platform akademis berkualitas dengan artikel ilmiah, diskusi panel, dan ulasan buku oleh Profesional dan Akademisi terkemuka, dengan standar tinggi dan etika yang ketat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Baca Juga :

Translate

Cari Blog Ini